0
Fobia (Phobia)by adminon.Fobia (Phobia)Kisah Terapi Fobia (Phobia) Fobia (phobia) adalah rasa ketakutan yang berlebihan pada sesuatu hal atau fenomena. Obyek yang menyebabkan rasa takut tersebut sangat bervariasi, dari serangga, binatang, benda-benda /tokoh tertentu, ketinggian, ruangan sempit hingga kata-kata atau bunyi. Gejala fisik yang dirasakan pun bervariasi dari yang hanya sekedar berdebar-debar, gemetar, hingga lemas & kehilangan keseimbangan ataupun […]

Kisah Terapi

Fobia (Phobia)

Fobia (phobia) adalah rasa ketakutan yang berlebihan pada sesuatu hal atau fenomena. Obyek yang menyebabkan rasa takut tersebut sangat bervariasi, dari serangga, binatang, benda-benda /tokoh tertentu, ketinggian, ruangan sempit hingga kata-kata atau bunyi. Gejala fisik yang dirasakan pun bervariasi dari yang hanya sekedar berdebar-debar, gemetar, hingga lemas & kehilangan keseimbangan ataupun kesadaran.

 

Walaupun kebanyakan orang tidak terlalu menganggap fobianya sebagai sesuatu yang cukup penting untuk diobati ataupun malu terhadap kondisinya, namun ada kalanya bisa juga berpengaruh terhadap karier ataupun status seseorang. Seperti satu kisah di bawah ini:

Kisah berikut ini tidak bermaksud memberikan jaminan kepastian keberhasilan terapi pada setiap kasus, hasil terapi bisa bervariasi pada setiap orang. 

 

S, seorang guru SD swasta di Jakarta yang memiliki masalah fobia pada piet hitam (tokoh pendamping sinterklas/santa claus dalam tradisi Belanda yang berpenampilan serba hitam) dan kecoa. Setiap kali melihat sosok piet hitam, pasti timbul rasa takut yang berlebihan dan langsung menghindar jauh-jauh, sedangkan masalah kecoa selalu berhasil membuatnya terbirit-birit dan histeris. Hal tersebut mungkin bukan menjadi masalah, jika profesinya bukan seorang guru yang harus menjadi panutan atau teladan bagi para muridnya. Apalagi sekolah tempatnya mengajar adalah sebuah sekolah kristiani yang bisa menggelar acara sinterklas pada saat menjelang Natal dan kalau sampai reaksi histeris tersebut terlihat di depan murid-muridnya bukanlah suatu keadaan yang menyenangkan sama sekali.

Pada saat terapi, akar masalah fobia piet hitamnya ditemukan pada saat S masih kecil di kelas 1 SD dimana ia sangat ketakutan sewaktu melihat sosok piet hitam pertama kali pada saat itu. Dengan teknik tertentu, untuk mendefenisikan ulang persepsinya tersebut, S berhasil menghilangkan fobia yang sudah dialaminya selama 20 tahun tersebut. Demikian juga dengan fobianya pada kecoa yang berakar pada saat masih kecil pernah menyaksikan seekor kecoa yang terbang masuk ke dalam mulut salah seorang sepupunya. Kedua masalah fobia tersebut akhirnya diselesaikan dalam 1 sesi terapi selama kurang lebih 1 jam. Beberapa bulan setelahnya, S sempat mengirimi saya fotonya dengan piet hitam di salah satu acara mall.

Tidak semua orang seberuntung S, karena kebanyakan penderita fobia justru diperparah dengan kenyataan bahwa orang-orang di lingkungan sekitar si penderita juga tidak mengerti mengenai masalah ini dan menganggap itu sebagai suatu reaksi yang berlebihan (over acting), sehingga bukan bantuan yang didapat malah semakin memperbanyak masalah.

Terapi fobia mungkin adalah salah satu kasus klasik dalam hipnoterapi. Berbagai teknik baru akhir-akhir ini telah membuat kasus ini semakin mudah & cepat diselesaikan. Salah satunya adalah teknik ICT (Instant Change Technique) yang ditemukan oleh Bpk Ariesandi, yang memungkinkan satu kasus fobia dapat diselesaikan dalam 15 menit.

Contohnya kasus yang terjadi pada diri saya sendiri.

Sebelum ini, saya pernah menderita fobia yang agak unik. Saya tidak bisa makan makanan apapun yang mengandung/terbuat dari udang. Bahkan dengan mencium baunya saja sudah cukup untuk membuat saya mual & muntah. Hal tersebut bisa sangat mengganggu dalam suatu perjamuan resmi dengan rekan kerja atau keluarga ataupun tamu terhormat, apalagi jika jamuan tersebut dilakukan di restoran sea food. Setelah saya bertemu dengan Pak Ariesandi, dalam kurang lebih 15 menit saya bisa menyantap udang goreng mentega saya yang pertama dengan enak seumur hidup saya selama lebih dari 30 tahun.

 

Author: 

Related Posts

 

Leave a Reply