<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kisah terapi &#8211; Hipnoterapi Keluarga | Klinik Hipnoterapi Jakarta</title>
	<atom:link href="https://www.hipnoterapikeluarga.com/category/kisah-terapi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.hipnoterapikeluarga.com</link>
	<description>Hipnoterapi Keluarga, Klinik Hipnoterapi terbaik dengan Henry Sutjipto, CHt. Solusi masalah mental &#38; psikologis untuk anda klik di sini.</description>
	<lastBuildDate>Sat, 06 Jun 2015 08:43:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.1</generator>

<image>
	<url>https://www.hipnoterapikeluarga.com/wp-content/uploads/2023/07/Icon-Hipnoterapi-Keluarga-Final-150x150.png</url>
	<title>kisah terapi &#8211; Hipnoterapi Keluarga | Klinik Hipnoterapi Jakarta</title>
	<link>https://www.hipnoterapikeluarga.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gangguan Mental (Mental Disorder)</title>
		<link>https://www.hipnoterapikeluarga.com/kisah-terapi/gangguan-mental-mental-disorder/</link>
					<comments>https://www.hipnoterapikeluarga.com/kisah-terapi/gangguan-mental-mental-disorder/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[adminhipno]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2015 08:43:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[kisah terapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.hipnoterapikeluarga.com/?p=88</guid>

					<description><![CDATA[Gangguan Mental (Mental Disorder) Masalah pada mental atau pikiran seseorang bisa berupa gangguan ringan hingga yang agak berat, namun belum sampai memasuki ranah kejiwaan (psikotik). Beberapa kasus gangguan mental yang bisa ditangani secara efektif dengan hipnoterapi adalah: Stress Histeria Depresi Gangguan kecemasan (anxiety disorder) &#38; Panic Attack Insomnia (gangguan tidur) Post Traumatic Stress Disorder/PTSD Gangguan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4>Gangguan Mental (Mental Disorder)</h4>
<div>Masalah pada mental atau pikiran seseorang bisa berupa gangguan ringan hingga yang agak berat, namun belum sampai memasuki ranah kejiwaan (psikotik). Beberapa kasus gangguan mental yang bisa ditangani secara efektif dengan hipnoterapi adalah:</div>
<div></div>
<div>
<p><span class="right"><img decoding="async" class=" alignright" src="http://wayback.archive.org/web/20140716144142im_/http://www.hipnoterapikeluarga.com/spaw2/uploads/images/mental.jpg" alt="" border="0" /></span></p>
<div>Stress</div>
</div>
<div>Histeria</div>
<div>Depresi</div>
<div>Gangguan kecemasan (<i>anxiety disorder</i>) &amp; <i>Panic Attack</i></div>
<div>Insomnia (gangguan tidur)</div>
<div>Post Traumatic Stress Disorder/PTSD</div>
<div>Gangguan Kepribadian Ganda (<i>Multiple Personality Disorder</i>)</div>
<div><i>Obsessive Compulsive Disorder</i>/OCD</div>
<div>Paranoia</div>
<div>Dll</div>
<div></div>
<div>Untuk bisa menjalani hipnoterapi, seseorang calon klien harus masih memiliki kemampuan berkomunikasi yang normal dan baik. Tulisan ini juga tidak dimaksudkan untuk menganjurkan atau merekomendasikan untuk menghilangkan ataupun mengganti terapi medis dalam bentuk apapun, justru dalam banyak kasus keduanya bisa dilakukan secara komplementer.</div>
<div></div>
<div></div>
<p>&nbsp;</p>
<div>
<table border="1">
<tbody>
<tr>
<td><i>Kisah berikut ini tidak bermaksud memberikan jaminan kepastian keberhasilan terapi pada setiap kasus, hasil terapi bisa bervariasi pada setiap orang.  </i></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<div></div>
<div></div>
<p>&nbsp;</p>
<div><i>A, seorang pria muda, mengeluhkan rasa cemas yang sangat mengganggunya dalam 3 tahun terakhir. Setiap kali bersinggungan atau teringat dengan sesuatu hal/peristiwa yang berhubungan dengan sakit, penyakit, kematian, dan sejenisnya, secara langsung maupun tidak langsung, akan langsung menyebabkan A merasa sangat ketakutan &amp; cemas, jantung berdebar-debar, mengeluarkan keringat dingin dan kaki terasa sangat lemas. Hal tersebut bisa terjadi beberapa kali dalam sehari sehingga sangat mengganggu aktivitasnya sehari-hari. Usaha wiraswastanya yang sudah cukup berkembang akhirnya ditinggalkannya, dan memilih untuk bergabung sebagai staf rendahan di suatu perusahaan dengan alasan supaya selalu ada teman/orang di sekitarnya karena ia sangat khawatir apabila saat sendirian dan rasa cemas tersebut muncul kembali. Beberapa sesi psikologis dan juga psikiatris tidak terlalu membantunya, terutama karena ia sendiri bertambah cemas jika harus mengkonsumsi obat-obatan yang diberikan padanya. A kemudian memutuskan untuk menjalani sesi terapi di Klinik Hipnoterapi Keluarga untuk mencari solusi terhadap masalahnya tersebut. Dengan menggunakan kombinasi teknik NLP dan ICT, dalam 3 kali sesi terapi A mulai berhasil mengontrol rasa cemasnya tersebut. Secara bertahap kemajuannya semakin baik, frekuensi terjadinya serangan kecemasan menjadi semakin berkurang demikian juga dengan intensitasnya. Dalam beberapa hari setelah terapi, A sudah mulai bisa untuk sendirian. 2 bulan kemudian, A memutuskan untuk berhenti dari tempat bekerjanya dan menekuni usaha wiraswastanya kembali.</i></div>
<div><i> </i></div>
<div><i> </i></div>
<div><i>M, seorang ibu berusia di atas 60 tahun, dibawa oleh anaknya ke Klinik Hipnoterapi Keluarga karena telah berbulan-bulan mengalami kesulitan tidur (insomnia). Tidurnya setiap hari hanya berkisar 2-3 jam, terkadang bahkan kurang dari itu. Jam berapapun ibu M mulai tidur, dia hanya akan baru tertidur setelah menjelang dini hari dan bangun tidak lama setelahnya. Selama tidur singkatnya pun ia kerap kali terbangun dan sulit untuk bisa  kembali tidur. Sebenarnya ibu M juga sudah pernah menjalani konsultasi medis, namun karena khawatir akan ketergantungan &amp; efek sampingnya, ibu M menolak untuk mengkonsumsi obat-obatan yang diberikan untuk membantu tidurnya tersebut. Pada saat menjalani terapi, berhasil ditemukan akar masalah emosi &amp; pikiran yang menjadi sumber gangguannya tersebut. Dan dengan menggunakan ICT, konseling,  yang disertai beberapa teknik Ericksonian, hanya dalam 1 sesi terapi tersebut ibu M telah berhasil kembali tidur dengan nyenyak selama 5-6 jam setiap malamnya. </i></div>
<div><i> </i></div>
<div><i> </i></div>
<div><i>P, seorang gadis muda yang baru lulus universitas dari luar negri, memiliki masalah OCD (Obssesive Compulsive Disorder). Setiap kali mandi, pasti menghabiskan waktu 2-3 jam, dan itu bisa dilakukan beberapa kali sehari terutama pada saat baru kembali dari luar rumah dan akan memasuki kamar tidurnya. P juga menolak untuk minum dari kemasan air mineral atau menggunakan sedotan. Masalah tersebut mulai timbul pada masa kuliahnya dan sempat mendapatkan terapi medis dari psikiater selama 1 tahun. Sempat mendapatkan sedikit kemajuan, namun karena khawatir akan efek samping obat yang digunakan tersebut akhirnya dihentikan, dan P mencari alternatif solusi lain untuk masalah OCD tersebut. Dari sesi terapi ditemukan bahwa ibu dari P pun sebenarnya sempat mendapatkan masalah yang sama pada masa mudanya, dan hal tersebut yang menjadi akar permasalahan P yang pada masa kecilnya menangkap perilaku ibunya tersebut sebagai contoh/teladan pada saat dalam tekanan stress. Dengan pengertian yang baru dari hasil terapi, ditambah dengan terapi perilaku yang harus dilakukan P di rumah. P dengan cepat mengalami kemajuan untuk kembali dalam siklus kegiatan yang lebih normal.</i></div>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.hipnoterapikeluarga.com/kisah-terapi/gangguan-mental-mental-disorder/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Masalah Perilaku &#038; Kebiasaan</title>
		<link>https://www.hipnoterapikeluarga.com/kisah-terapi/masalah-perilaku-kebiasaan/</link>
					<comments>https://www.hipnoterapikeluarga.com/kisah-terapi/masalah-perilaku-kebiasaan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[adminhipno]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2015 08:40:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[kisah terapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.hipnoterapikeluarga.com/?p=87</guid>

					<description><![CDATA[Masalah Perilaku &#38; Kebiasaan Salah satu masalah yang tergolong klasik dalam kasus-kasus hipnoterapi adalah masalah/gangguan pada perilaku atau kebiasaan (habit). Biasanya kasus ini bukan termasuk dalam gangguan mental, namun lebih merupakan kebiasaan yang tertanam dalam pikiran bawah sadar sehingga menjadi sangat kuat dan sulit dihilangkan hanya dengan mengandalkan kesadaran &#38; motivasi saja. Terkadang kebiasaan tersebut [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4>Masalah Perilaku &amp; Kebiasaan</h4>
<div>Salah satu masalah yang tergolong klasik dalam kasus-kasus hipnoterapi adalah masalah/gangguan pada perilaku atau kebiasaan (habit). Biasanya kasus ini bukan termasuk dalam gangguan mental, namun lebih merupakan kebiasaan yang tertanam dalam pikiran bawah sadar sehingga menjadi sangat kuat dan sulit dihilangkan hanya dengan mengandalkan kesadaran &amp; motivasi saja. Terkadang kebiasaan tersebut juga timbul karena adanya trauma di masa lalu atau belief tertentu dalam diri seseorang yang tidak disadarinya. Hipnoterapi menjadi sangat efektif dalam <img decoding="async" class=" alignleft" src="http://wayback.archive.org/web/20140716152508im_/http://www.hipnoterapikeluarga.com/spaw2/uploads/images/habit.jpg" alt="" border="0" />kasus-kasus seperti di bawah ini karena intervensi dilakukan pada level pikiran bawah sadar juga.</div>
<div></div>
<div>
<div>Kebiasaan merokok</div>
<div>Kecanduan obat-obatan</div>
</div>
<div>Ketagihan (judi, pornografi, main game, dll)</div>
<div>Kebiasaan menggigit kuku, menarik rambut, mengulum jari, dll</div>
<div>Anoreksia, bulimia, dan gangguan kebiasan makan lainnya</div>
<div>Latah</div>
<div>Tics</div>
<div></div>
<p>&nbsp;</p>
<div>
<table border="1">
<tbody>
<tr>
<td><i>Kisah berikut ini tidak bermaksud memberikan jaminan kepastian keberhasilan terapi pada setiap kasus, hasil terapi bisa bervariasi pada setiap orang.  </i></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<div></div>
<div></div>
<p>&nbsp;</p>
<div><i>T, seorang pemuda yang kecanduan judi online. Mulai dari rasa iseng yang berhasil mendapatkan keuntungan sedikit, dan terus berlanjut menjadi kebiasaan yang tidak terkendalikan lagi. Sempat mengalami euforia kemenangan yang cukup besar, namun akhirnya kembali terpuruk dengan kekalahan yang luar biasa sehingga sampai harus berhutang cukup banyak, Namun dalam keadaan terpuruk sekalipun, ia tetap tidak bisa berhenti untuk bermain judi online tersebut. T kemudian mencari pertolongan melalui hipnoterapi untuk membantunya menghentikan kebiasaan tersebut. Dalam sesi terapi, berhasil digali adanya perasaan kurang dihargai yang cukup kuat dalam diri T sejak kecil. Sehingga setiap kali berhasil mendapatkan uang secara mudah lewat judi online tersebut, T biasanya dengan royal membelanjakan uang tersebut untuk orang-orang di sekitarnya demi mendapatkan penghargaan yang selama ini ia cari. Perasaan dihargai yang diperolehnya tersebut memicunya untuk menjadikan judi online sebagai suatu kebiasaan yang semakin lama semakin tidak terkendalikan lagi. Dengan berbagai teknik terapi, ditambah motivasi yang kuat, T secara bertahap berhasil melepaskan kebiasaannya tersebut dan mulai menata hidupnya dengan baik.</i></div>
<div><i> </i></div>
<div><i> </i></div>
<div><i>K, seorang anak berusia 5 tahun yang gemar sekali mengulum jari-jari tangannya dalam mulut. Hal tersebut mulai terlihat di usia 4 tahun dan berlanjut terus selama setahun terakhir menjadi kebiasaan yang sulit sekali dihentikan. Orang tuanya merasa kewalahan untuk bisa menghentikan kebiasaan tersebut, dari cara memperingatkan yang halus, pemberian reward &amp; punishment, sampai peringatan keras tetap tidak membawa hasil yang cukup baik. Selama sesi terapi, K terlihat sangat aktif dalam berdialog dan beraktifitas, cerdas &amp; agak iseng. Dalam terapi anak, terutama yang berusia masih sangat muda, biasanya memang tidak dilakukan penggalian akar masalah seperti pada kasus orang dewasa, sesi terapi lebih banyak dilakukan dengan metode sugesti langsung melalui permainan atau pertunjukkan. Dalam kasus K, menimbang kepribadiannya yang cukup iseng, digunakan counter suggestion yang seolah-olah menganjurkannya untuk lebih sering mengulum jari-jarinya tersebut. Dan dilanjutkan dengan edukasi kepada orang tua untuk melakukan hypnosleep dan indirect suggestion lewat cerita/dongeng. Setelah sesi terapi tersebut, K langsung memperlihatkan kemajuan yang signifikan dengan penurunan drastis pada frekuensi mengulum jarinya, dan setiap kali terjadi pun dengan mudah disugesti untuk membatalkan kebiasaannya itu. Dengan ditambah beberapa kali terapi susulan lewat telepon untuk memperkuat sugesti, akhirnya T berhasil menghentikan kebiasaannya tersebut.</i></div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.hipnoterapikeluarga.com/kisah-terapi/masalah-perilaku-kebiasaan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Masalah Pengembangan Diri (Self Development)</title>
		<link>https://www.hipnoterapikeluarga.com/kisah-terapi/masalah-pengembangan-diri-self-development/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[adminhipno]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2015 08:37:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[kisah terapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.hipnoterapikeluarga.com/?p=86</guid>

					<description><![CDATA[Masalah Pengembangan Diri (Self Development) Upaya pengembangan diri dengan menggunakan hipnosis/hipnoterapi telah terbukti berhasil mengubah kehidupan banyak orang dalam berbagai aspek kehidupannya, seperti karier, prestasi, income, hubungan dengan keluarga/orang lain, dll Manusia pada dasarnya dianugrahi kemampuan pikiran yang luar biasa dari Sang Pencipta untuk bisa berkembang dengan baik, mencapai kesuksesan dan kebahagiaan yang ingin diraih. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4>Masalah Pengembangan Diri (Self Development)</h4>
<p>Upaya pengembangan diri dengan menggunakan hipnosis/hipnoterapi telah terbukti berhasil mengubah kehidupan banyak orang dalam berbagai aspek kehidupannya, seperti karier, prestasi, <i>income</i>, hubungan dengan keluarga/orang lain, dll</p>
<p>Manusia pada dasarnya dianugrahi kemampuan pikiran yang luar biasa dari Sang Pencipta untuk bisa berkembang dengan baik, mencapai kesuksesan dan kebahagiaan yang ingin diraih. Sayangnya banyak sekali nilai-nilai kepercayaan dalam bawah sadar kita yang membatasi (<i>limiting belief</i>) kemampuan tersebut.<i>Belief </i>tersebut bisa timbul dari sugesti/ide yang kita terima dari eksternal ataupun dari peristiwa-peristiwa traumatis yang pernah kita alami. Ambil contoh analogi berikut:</p>
<p><img decoding="async" class=" size-full wp-image-272 alignright" src="https://www.hipnoterapikeluarga.com/wp-content/uploads/2015/09/elephant-foot.jpg" alt="elephant foot" width="240" height="144"></p>
<p>Ada seekor anak gajah yang salah satu kakinya diikat pada sebuah pasak dari sejak berusia sangat muda. Anak gajah tersebut mencoba melepaskan diri dan selalu gagal karena tali &amp; pasaknya terlalu kuat untuk tenaganya yang masih kecil. Setiap hari kegagalan demi kegagalan ditemuinya sehingga akhirnya ia mulai berhenti berusaha melepaskan diri dan timbul kepercayaan dalam dirinya bahwa ia memang tidak bisa mengalahkan tali &amp; pasak tersebut, dan menerima hal tersebu sebagai nasibnya. Bertahun-tahun kemudian, gajah tersebut menjadi dewasa dan besar, dengan kekuatan yang berkali-kali lipat besarnya namun tetap tidak pernah bisa melepaskan diri dari ikatan tersebut, karena <i>limiting belief</i> yang telah tertanam kuat dalam&nbsp;dirinya dari kecil.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di negara-negara Eropa Timur, pemrograman diri dengan menggunakan hipnosis telah lama diterapkan pada atlet-atlet mereka untuk membantu mereka meraih prestasi yang maksimal. Saya sendiri juga sering menggunakan beberapa teknik hipnoterapi untuk membantu sebuah paduan suara yang saya latih untuk bisa mencapai prestasi puncak di tingkat internasional.</p>
<p>Berikut beberapa kisah terapi kasus pengembangan diri:</p>
<table border="1">
<tbody>
<tr>
<td><i>Kisah berikut ini tidak bermaksud memberikan jaminan kepastian keberhasilan terapi pada setiap kasus, hasil terapi bisa bervariasi pada setiap orang. &nbsp;</i></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<p><i>T, seorang manager muda di sebuah perusahaan multinasional yang mengalami kesulitan dalam berbicara di depan publik. Setiap kali ia harus melakukan hal tersebut, ia langsung merasa sangat gugup, lemas, &amp; berkeringat dingin. Padahal di jabatannya sekarang, ia sering kali harus berbicara di depan orang banyak, baik itu teamnya sendiri ataupun pihak luar. T sangat khawatir akan masalahnya tersebut menjadi penghambat kariernya, sehingga akhirnya mencari pertolongan lewat terapi di Klinik Hipnoterapi Keluarga. Pada saat terapi, berhasil ditemukan akar masalah tersebut pada saat T berusia 5 tahun di Taman Kanak-Kanak. T kecil diminta bernyanyi di depan kelas di hadapan guru &amp; teman-temannya, sayangnya pada saat itu T lupa akan syair lagunya sehingga akhirnya menjadi bahan tertawaan teman-temannya. Itulah saat pertama kali T mengalami masalah untuk tampil di depan orang banyak. Dengan menggunakan teknik Ego State Therapy (EST), T berhasil melepaskan diri dari masalahnya itu dan menjadi semakin percaya diri &amp; tenang untuk tampil berbicara di depan siapapun.</i></p>
<p>Simak juga kisah R, seorang usahawan yang bermasalah dalam mengembangkan usahanya di artikel “<span style="color: #0000ff;"><a href="http://www.hipnoterapikeluarga.com/artikel/100/past-life-ada-atau-tidak">Past Life: ada atau tidak?</a></span>”</p>
<p>Sering kali kasus-kasus pada masalah pengembangan diri disertai dengan adanya sabotase diri (<i>self sabotage</i>) dari satu bagian diri seseorang yang berusaha melindungi dirinya dari sesuatu hal yang dianggap bisa berakibat negatif. Simak kisah berikut ini:</p>
<p><i>A, seorang single mother berpenampilan menarik di usianya yang masih relatif muda, memiliki masalah dalam membina hubungan dengan lelaki. Setiap usahanya membina hubungan yang serius &amp; sehat dengan pasangan jenis selalu kandas, satu-satunya hubungan perkawinan yang pernah dijalaninya juga berakhir dengan tragis. Ia merasa selalu gagal mendapatkan pasangan yang baik dan sebaliknya malah sering kali &#8216;berhasil&#8217; menarik pasangan dengan perilaku yang buruk. Proses terapi membantu A hingga menemukan akar masalah keyakinan di bawah sadarnya bahwa semua pria tidak baik dan hanya akan membuat sengsara, yang diperolehnya tanpa sengaja pada saat A masih dalam kandungan ibunya. Peristiwa tersebut telah menciptakan suatu bagian diri dalam diri A yang selalu melakukan sabotase diri setiap kali berusaha menjalin hubungan dengan pria yang baik. Dengan mengubah persepsi tersebut, A berhasil mengubah dirinya menjadi jauh lebih nyaman &amp; tenang dalam membina hubungan dengan pria yang tepat.</i></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hipno-Parenting</title>
		<link>https://www.hipnoterapikeluarga.com/kisah-terapi/hipno-parenting/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[adminhipno]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2015 08:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[kisah terapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.hipnoterapikeluarga.com/?p=83</guid>

					<description><![CDATA[Hipno-Parenting Hipno-Parenting (hypnoparenting) adalah aplikasi teknik-teknik hipnosis &#38; pengetahuan mengenai cara kerja pikiran manusia ke dalam cara &#38; teknik pengasuhan dan pendidikan anak. Akhir-akhir ini, saya sering kali menerima keluhan ataupun permintaan konseling dari banyak orang tua mengenai masalah tingkah laku ataupun prestasi anaknya. Ada yang mengeluhkan sulitnya berkomunikasi dengan baik dengan si anak, prestasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="sharebox"></div>
<h4>Hipno-Parenting</h4>
<div><span class="right"><img decoding="async" class=" alignright" src="http://wayback.archive.org/web/20140716152237im_/http://www.hipnoterapikeluarga.com/spaw2/uploads/images/parenting.jpg" alt="" border="0"></span>Hipno-Parenting (<i>hypnoparenting</i>) adalah aplikasi teknik-teknik hipnosis &amp; pengetahuan mengenai cara kerja pikiran manusia ke dalam cara &amp; teknik pengasuhan dan pendidikan anak.</div>
<div>Akhir-akhir ini, saya sering kali menerima keluhan ataupun permintaan konseling dari banyak orang tua mengenai masalah tingkah laku ataupun prestasi anaknya. Ada yang mengeluhkan sulitnya berkomunikasi dengan baik dengan si anak, prestasi akademik si anak, kecanduan anak pada <i>video games</i>, perilaku sosial si anak, dll. Yang lucunya, hampir semuanya selalu berpusat pada masalah &nbsp;si anak seakan ia adalah sumber masalahnya, tanpa menyadari bahwa hampir 95% masalah anak sebenarnya timbul sebagai akibat pengaruh dari orang-orang terdekatnya, dalam hal ini adalah orang tuanya sendiri. Anak-anak adalah mahluk yang paling mudah menerima sugesti, terutama dari tokoh yang dianggap memiliki otoritas lebih tinggi, seperti orang tua, guru, kakak, tokoh idola, dll. Mereka cepat sekali menangkap suatu ide yang kemudian dipersepsikan sesuai kemampuan berpikirnya sebagai seorang anak dan menerimanya sebagai suatu kebenaran. Hal ini yang seharusnya disadari oleh banyak orang tua dan guru, sehingga mereka lebih mengatur perlakuan &amp; perkataan mereka terhadap anak.</div>
<div>Pada suatu sesi hipno-parenting, biasanya yang lebih banyak diedukasi atau bahkan diterapi adalah orang tuanya. Mereka akan diajarkan berbagai teknik direct suggestion, hypnosleep, EFT, dan dibekali berbagai konsep parenting yang bisa digunakan dalam kesehariannya. Hal ini sangat penting, karena proses terapi anak biasanya tidak bisa diselesaikan hanya dalam satu-dua sesi pertemuan, orang-orang di sekitarnya sangat penting peranannya untuk meneruskan &amp; mendukung terjadinya perubahan pada si anak. Komitmen &amp; usaha orang tua dalam hal ini memang sangat diperlukan dalam membantu menyelesaikan masalah si anak.</div>
<div>Biasanya pada sesi terapi, saya akan minta kedua orang tua untuk hadir. Model orang tua &#8220;<i>laundry</i>&#8220;, yang berharap bisa menitipkan si anak pada terapis untuk &#8220;dibereskan&#8221; dan kemudian dijemput kembali setelah selesai sesi terapi sudah pasti tidak diterima di Klinik Hipnoterapi Keluarga. Sesi terapi anak bisa diibaratkan hanyalah seperti membersihkan tanaman-tanaman liar dan menanam bibit baru yang baik pada lahan pikiran anak, tugas orang tua lah untuk menyiram &amp; memupukinya agar bisa tumbuh berkembang dengan baik.</div>
<div></div>
<div></div>
<p>&nbsp;</p>
<div>
<table border="1">
<tbody>
<tr>
<td><i>Kisah berikut ini tidak bermaksud memberikan jaminan kepastian keberhasilan terapi pada setiap kasus, hasil terapi bisa bervariasi pada setiap orang. &nbsp;</i></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<div></div>
<p>&nbsp;</p>
<div><i>F, seorang anak lelaki berusia 4 tahun yang mulai bersekolah di sebuah preschool, dikeluhkan ibunya karena sulit sekali berpisah dari ibunya. Setiap hari sekolah adalah mimpi buruk, karena F akan mulai menangis &amp; berteriak jika akan ditinggal oleh sang ibu. Akibatnya sang ibu harus selalu ikut duduk di dalam kelas sampai jam pulang. Hal tersebut berlangsung terus selama 6 bulan dan menjadi sorotan &amp; keberatan dari pihak sekolah, karena dikhawatirkan menjadi contoh yang kurang baik bagi anak-anak &amp; orang tua yang lain. Apabila sang ibu nekad mencoba meninggalkan F sendirian, F akan langsung menangis histeris tanpa bisa ditenangkan oleh para gurunya dalam waktu yang cukup lama sehingga akhirnya mengganggu jalannya kelas secara keseluruhan. Dalam sesi terapi, ditemukan berbagai faktor yang bisa menjadi sumber masalah emosional F yang sangat merasa tidak aman jika tanpa ibunya. Latar belakang perpecahan keluarga yang membuat sang ibu merasa khawatir F akan diambil oleh keluarga suaminya membuatnya sering kali menasehati F dari kecil untuk selalu bersama ibunya, karena hanya ibunya yang paling menyayangi dan melindungi dia. Pada F, saya &#8216;memindahkan&#8217; rasa tenang &amp; kenyamanan yang dirasakannya selama ini jika bersama ibunya ke sebuah boneka kecil tokoh superhero kesayangannya, yang bisa dikantonginya pada saat ke sekolah. Teknik ini sebenarnya adalah sebuah hypnotic anchor sederhana. Pada ibunya juga dilakukan beberapa edukasi untuk melakukan hypnosleep, dan penggunaan kata-kata yang tepat dalam melakukan sugesti pada F. Tidak lama setelah itu, F mulai memperoleh keberanian untuk bersekolah dan beraktivitas tanpa sang ibu, dan setelah 1 minggu sudah bisa untuk bersekolah sendiri seperti rekan-rekannya yang lain.</i></div>
<div></div>
<div><img decoding="async" src="http://wayback.archive.org/web/20140716152237im_/http://www.hipnoterapikeluarga.com/spaw2/uploads/images/Selamat%20Ulang%20tahun%20papa%20(small).jpg" alt="" border="0"></div>
<div></div>
<div><i>Ibu V mengeluhkan anaknya laki-lakinya, C (9 tahun) yang selalu pas-pasan dalam prestasi belajarnya. C juga dikeluhkan tidak memiliki motivasi untuk belajar dan cenderung tertidur dalam kelas ataupun les pelajarannya. Dari informasi yang diberikan, C gemar sekali bermain video game dari kecil dan memiliki jadwal les yang ketat setiap hari (terutama les pelajaran untuk &#8216;membantu&#8217; meningkatkan nilai-nilainya) bahkan hingga malam hari. Dari sesi privat saya dengan C, ternyata C adalah anak yang cerdas dan mempunyai semangat &amp; energi yang cukup tinggi, sama sekali berbeda dengan impresi yang diberikan di awal. Yang menjadi masalah di sini adalah tangki cintanya yang kosong (baca artikel mengenai Tangki Cinta) sehingga membuat dia lebih suka (tanpa ia sadari) mendapatkan nilai jelek karena dengan demikian ia akan memperoleh perhatian/cinta dari orang tuanya. Persepsi C mengenai dirinya sendiri juga tidak baik, ia sama sekali tidak merasa dirinya cukup cerdas, alasannya karena orang tuanya beberapa kali berkata seperti itu padanya makanya ia harus diikutkan banyak les pelajaran. Melalui berbagai permainan yang dia sukai, terapi dilakukan dengan memasukkan beberapa sugesti pada C untuk mengubah persepsinya tersebut. Seorang anak yang merasa dirinya tidak cukup cerdas tidak akan berhasil menjadi cukup cerdas. Kepada orang tuanya pun dilakukan berbagai edukasi, terutama mengenai konsep cara kerja pikiran dan kata-kata apa yang harus sering digunakan untuk menanamkan motivasi positif dan mana yang harus &nbsp;dihindari untuk dikatakan pada C. Juga disarankan untuk mengatur waktu yang boleh digunakan untuk bermain video game dan mengurangi jumlah les yang harus ia ikuti, dan sebaliknya meminta sang ayah untuk lebih sering terlibat untuk mengajarkan beberapa mata pelajaran pada C (untuk mengisi tangki cinta). Hasilnya C perlahan-lahan mulai berubah, menjadi lebih bersemangat dalam belajar dan dengan sendirinya meraih nilai-nilai yang semakin </i></div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hipno-Melahirkan &#038; Hipno-Laktasi</title>
		<link>https://www.hipnoterapikeluarga.com/kisah-terapi/hipno-melahirkan-hipno-laktasi/</link>
					<comments>https://www.hipnoterapikeluarga.com/kisah-terapi/hipno-melahirkan-hipno-laktasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[adminhipno]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2015 08:24:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[kisah terapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.hipnoterapikeluarga.com/?p=80</guid>

					<description><![CDATA[Hipno-Melahirkan (Hypnobirthing) Hipno-Melahirkan atau yang lebih populer disebut Hypnobirthing pada dasarnya adalah pengaplikasian teknik pengendalian rasa sakit (pain management) dengan memanfaatkan  hipnosis pada proses melahirkan secara normal. Berbeda dengan kasus hipnoterapi yang lain, hypnobirthing tidaklah semata bertujuan untuk menyelesaikan suatu masalah/sakit, namun lebih untuk melatih calon ibu untuk bisa melakukan hipnosis diri (self hypnosis) sampai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3>Hipno-Melahirkan (<i>Hypnobirthing</i>)</h3>
<div></div>
<div><span class="right"><img decoding="async" class=" alignleft" src="http://wayback.archive.org/web/20140716155111im_/http://www.hipnoterapikeluarga.com/spaw2/uploads/images/hypnobirthing.jpg" alt="" /></span>Hipno-Melahirkan atau yang lebih populer disebut Hypnobirthing pada dasarnya adalah pengaplikasian teknik pengendalian rasa sakit (pain management) dengan memanfaatkan  hipnosis pada proses melahirkan secara normal. Berbeda dengan kasus hipnoterapi yang lain, <i>hypnobirthing </i>tidaklah semata bertujuan untuk menyelesaikan suatu masalah/sakit, namun lebih untuk melatih calon ibu untuk bisa melakukan hipnosis diri (<i>self hypnosis</i>) sampai pada kedalaman hipnosis tertentu yang tidak saja membuatnya sangat nyaman &amp; rileks, namun juga menimbulkan keadaan anastesi lokal secara alami. Pada kedalaman hipnosis tertentu, pikiran kita mampu menciptakan keadaan mati rasa (anestesi) yang sama seperti obat bius, bedanya keadaan ini diproduksi secara alamiah, tanpa efek samping, dan dengan kemampuan fokus yang tinggi. Hipno-Melahirkan adalah suatu alternatif teknik melahirkan yang sangat tepat untuk menciptakan pengalaman melahirkan yang menyenangkan untuk ibu maupun sang bayi. Dengan latihan yang cukup, disertai dengan terapi untuk menetralisir beberapa pandangan &amp; keyakinan yang sudah terlanjur keliru bahwa melahirkan harus disertai rasa sakit yang luar biasa, seorang calon ibu  dapat dengan mudah menguasai teknik hypnobirthing dengan cukup mudah.</div>
<div>Teknik <i>hypnobirthing </i>menciptakan pengalaman yang menyenangkan bagi sang ibu, dan menghindarkannya dari trauma &amp; keyakinan yang keliru terhadap melahirkan, sekaligus juga memberikan perkenalan pertama yang indah bagi sang bayi terhadap dunia luar.</div>
<p>&nbsp;<br />
</p>
<div></div>
<div>
<table border="1">
<tbody>
<tr>
<td><i>Kisah berikut ini tidak bermaksud memberikan jaminan kepastian keberhasilan terapi pada setiap kasus, hasil terapi bisa bervariasi pada setiap orang.  </i></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<div></div>
<p>&nbsp;<br />
</p>
<div><i>G, seorang wanita muda yang selalu mengimpikan untuk bisa melahirkan secara normal dan senatural mungkin. Pada saat ia akhirnya mengandung, ia langsung mencari informasi untuk melakukan hypnobirthing yang ia yakini bisa memberinya pengalaman melahirkan yang ia inginkan. Ia memutuskan untuk melakukan pelatihan hypnobirthing di Klinik Hipnoterapi Keluarga walaupun bertempat tinggal di luar negri, supaya bisa lebih mudah dalam menerima instruksi &amp; sugesti yang diberikan dalam bahasa ibu-nya (Bahasa Indonesia). Dalam 4 sesi latihan hypnobirthing yang dilakukan, G telah berhasil menguasai teknik untuk mencapai keadaan hipnotic trance yang cukup dalam untuk menimbulkan keadaan anestesi secara alami bagi dirinya sendiri. Pada bulan ke-6 kelahirannya, ia kembali pulang ke negaranya dan melakukan latihan teknik relaksasi &amp; visualisasi yang telah dikuasainya tersebut dengan rutin. G akhirnya melahirkan putri pertamanya yang lucu (dengan berat 3,5 Kg) pada usia kandungan 38 minggu dengan normal dan sehat, dengan rasa nyaman yang menimbulkan keheranan dari para petugas medis yang menyertainya. Langsung memberikan IMD selama 1 jam, dan memulihkan kondisinya dengan sangat cepat pada hari yang sama.</i></div>
<div></div>
<div></div>
<h3>Hipno-Laktasi</h3>
<div></div>
<div>Sesudah melahirkan, tugas ibu berikutnya yang tidak kalah mulia adalah menyusui sang bayi. ASI sudah diakui secara luas sebagai makanan yang paling tepat bagi bayi, tidak ada satu susu formula buatan manusia mana pun yang sanggup menggantikan semua kebaikan ASI. Sayangnya ada beberapa ibu yang mengalami masalah dalam memproduksi ASI, sehingga tidak bisa memberikan ASI dalam jumlah yang cukup untuk bayinya. Masalah tersebut tentunya sangat bervariasi, dari yang sifatnya organik hingga adanya suatu keyakinan yang keliru pada pikiran. Untuk masalah yang bersifat non organik (bukan disebabkan oleh suatu masalah medis), hipno-laktasi bisa menjadi salah satu alternatif yang sangat baik untuk menyelesaikan masalah tersebut. Pada jaman sekarang, industri farmasi &amp; susu formula bayi sangat kuat &amp; besar, berbagai iklan atau promosi yang diluncurkan bahkan hingga ke tempat-tempat  yang seharusnya netral sangat besar pengaruhnya dalam menanamkan keyakinan yang baru pada (calon) ibu.  Hal lain yang juga mempunyai pengaruh besar adalah kekhawatiran berlebihan dari ibu baru, ketidakyakinan akan kemampuan tubuhnya memproduksi ASI. Ditambah lagi dengan pengaruh orang-orang di sekitarnya yang &#8220;kasihan&#8221; kalau bayinya kelaparan sehingga langsung menyiapkan makanan tambahan yang lain.</div>
<div>Simak kisah dari seorang ibu baru, Y, di bawah ini:</div>
<div></div>
<div></div>
<div>
<table border="1">
<tbody>
<tr>
<td><i>Kisah berikut ini tidak bermaksud memberikan jaminan kepastian keberhasilan terapi pada setiap kasus, hasil terapi bisa bervariasi pada setiap orang.  </i></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<div><i>Y, baru saja melahirkan anak perempuan pertamanya yang cantik secara normal. Pada saat mencoba menyusui pertama kali, seperti pada umumnya terjadi pada ibu-ibu baru, ASI yang dikeluarkan sangat sedikit. Pada saat itulah berbagai sugesti diterimanya dari para perawat, suami, dan orang tuanya sendiri, bahwa ia tergolong ibu yang &#8220;produksi ASInya sedikit&#8221; sehingga harus segera diberikan susu formula pada si bayi agar tidak kelaparan. Sugesti tersebut terus menerus diterima setiap kali berusaha menyusui, bahkan hingga sampai di rumah sekalipun. Akibatnya produksi ASInya bahkan benar-benar berhenti sama sekali pada saat anaknya baru berusia 1 bulan. Didorong keinginannya untuk tetap bisa memberikan yang terbaik bagi anaknya tersebut, ia menjalani terapi hipno-laktasi. Dalam 1x sesi pertemuan, telah berhasil digali berbagai nilai kepercayaan (belief) yang diterimanya tersebut yang tanpa ia sadari telah demikian kuatnya hingga benar-benar mempengaruhi kemampuan tubuhnya dalam memproduksi ASI. Setelah sesi terapi tersebut, Y langsung berusaha kembali untuk bisa menyusui bayinya. Pada kesempatan pertamanya setelah berhenti menyusui sekian lama, ternyata ASInya berhasil keluar walaupun dalam jumlah yang sedikit. Ditambah dengan motivasinya yang sangat kuat, setiap hari produksi tersebut semakin banyak hingga bisa menyusui dengan cukup.</i></div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.hipnoterapikeluarga.com/kisah-terapi/hipno-melahirkan-hipno-laktasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fobia (Phobia)</title>
		<link>https://www.hipnoterapikeluarga.com/kisah-terapi/fobia-phobia/</link>
					<comments>https://www.hipnoterapikeluarga.com/kisah-terapi/fobia-phobia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[adminhipno]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2015 08:22:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[kisah terapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.hipnoterapikeluarga.com/?p=77</guid>

					<description><![CDATA[Kisah Terapi Fobia (Phobia) Fobia (phobia) adalah rasa ketakutan yang berlebihan pada sesuatu hal atau fenomena. Obyek yang menyebabkan rasa takut tersebut sangat bervariasi, dari serangga, binatang, benda-benda /tokoh tertentu, ketinggian, ruangan sempit hingga kata-kata atau bunyi. Gejala fisik yang dirasakan pun bervariasi dari yang hanya sekedar berdebar-debar, gemetar, hingga lemas &#38; kehilangan keseimbangan ataupun [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Kisah Terapi</h2>
<h4>Fobia (Phobia)</h4>
<p><span class="right"><img decoding="async" class=" alignleft" src="http://wayback.archive.org/web/20140716162121im_/http://www.hipnoterapikeluarga.com/spaw2/uploads/images/fobia.jpg" alt="" border="0" /></span></p>
<div>Fobia (phobia) adalah rasa ketakutan yang berlebihan pada sesuatu hal atau fenomena. Obyek yang menyebabkan rasa takut tersebut sangat bervariasi, dari serangga, binatang, benda-benda /tokoh tertentu, ketinggian, ruangan sempit hingga kata-kata atau bunyi. Gejala fisik yang dirasakan pun bervariasi dari yang hanya sekedar berdebar-debar, gemetar, hingga lemas &amp; kehilangan keseimbangan ataupun kesadaran.</div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Walaupun kebanyakan orang tidak terlalu menganggap fobianya sebagai sesuatu yang cukup penting untuk diobati ataupun malu terhadap kondisinya, namun ada kalanya bisa juga berpengaruh terhadap karier ataupun status seseorang. Seperti satu kisah di bawah ini:</p>
<table border="1">
<tbody>
<tr>
<td><i>Kisah berikut ini tidak bermaksud memberikan jaminan kepastian keberhasilan terapi pada setiap kasus, hasil terapi bisa bervariasi pada setiap orang. </i></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<p><i>S, seorang guru SD swasta di Jakarta yang memiliki masalah fobia pada piet hitam (tokoh pendamping sinterklas/santa claus dalam tradisi Belanda yang berpenampilan serba hitam) dan kecoa. Setiap kali melihat sosok piet hitam, pasti timbul rasa takut yang berlebihan dan langsung menghindar jauh-jauh, sedangkan masalah kecoa selalu berhasil membuatnya terbirit-birit dan histeris. Hal tersebut mungkin bukan menjadi masalah, jika profesinya bukan seorang guru yang harus menjadi panutan atau teladan bagi para muridnya. Apalagi sekolah tempatnya mengajar adalah sebuah sekolah kristiani yang bisa menggelar acara sinterklas pada saat menjelang Natal dan kalau sampai reaksi histeris tersebut terlihat di depan murid-muridnya bukanlah suatu keadaan yang menyenangkan sama sekali.</i></p>
<p><i>Pada saat terapi, akar masalah fobia piet hitamnya ditemukan pada saat S masih kecil di kelas 1 SD dimana ia sangat ketakutan sewaktu melihat sosok piet hitam pertama kali pada saat itu. Dengan teknik tertentu, untuk mendefenisikan ulang persepsinya tersebut, S berhasil menghilangkan fobia yang sudah dialaminya selama 20 tahun tersebut. Demikian juga dengan fobianya pada kecoa yang berakar pada saat masih kecil pernah menyaksikan seekor kecoa yang terbang masuk ke dalam mulut salah seorang sepupunya. Kedua masalah fobia tersebut akhirnya diselesaikan dalam 1 sesi terapi selama kurang lebih 1 jam. Beberapa bulan setelahnya, S sempat mengirimi saya fotonya dengan piet hitam di salah satu acara mall.</i></p>
<p>Tidak semua orang seberuntung S, karena kebanyakan penderita fobia justru diperparah dengan kenyataan bahwa orang-orang di lingkungan sekitar si penderita juga tidak mengerti mengenai masalah ini dan menganggap itu sebagai suatu reaksi yang berlebihan (over acting), sehingga bukan bantuan yang didapat malah semakin memperbanyak masalah.</p>
<p>Terapi fobia mungkin adalah salah satu kasus klasik dalam hipnoterapi. Berbagai teknik baru akhir-akhir ini telah membuat kasus ini semakin mudah &amp; cepat diselesaikan. Salah satunya adalah teknik ICT (Instant Change Technique) yang ditemukan oleh Bpk Ariesandi, yang memungkinkan satu kasus fobia dapat diselesaikan dalam 15 menit.</p>
<p>Contohnya kasus yang terjadi pada diri saya sendiri.</p>
<p><i>Sebelum ini, saya pernah menderita fobia yang agak unik. Saya tidak bisa makan makanan apapun yang mengandung/terbuat dari udang. Bahkan dengan mencium baunya saja sudah cukup untuk membuat saya mual &amp; muntah. Hal tersebut bisa sangat mengganggu dalam suatu perjamuan resmi dengan rekan kerja atau keluarga ataupun tamu terhormat, apalagi jika jamuan tersebut dilakukan di restoran sea food. Setelah saya bertemu dengan Pak Ariesandi, dalam kurang lebih 15 menit saya bisa menyantap udang goreng mentega saya yang pertama dengan enak seumur hidup saya selama lebih dari 30 tahun.</i></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.hipnoterapikeluarga.com/kisah-terapi/fobia-phobia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hipno Slim</title>
		<link>https://www.hipnoterapikeluarga.com/kisah-terapi/hipno-slim/</link>
					<comments>https://www.hipnoterapikeluarga.com/kisah-terapi/hipno-slim/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[adminhipno]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2015 08:16:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[kisah terapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.hipnoterapikeluarga.com/?p=71</guid>

					<description><![CDATA[Hipno-Langsing (hypnoslim) Pada umumnya, masalah kelebihan berat badan banyak dipengaruhi oleh gaya hidup atau kebiasaan tertentu yang timbul karena adanya suatu pola pikir atau keyakinan tertentu dalam pikiran bawah sadar seseorang. Contohnya, ada orang yang merasa bisa lebih mendapatkan ketenangan pada saat stress dengan cara makan, atau suka sekali ngemil pada saat sedih, atau selalu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4>Hipno-Langsing (hypnoslim)</h4>
<p><img decoding="async" class="  wp-image-73 alignleft" src="https://www.hipnoterapikeluarga.com/wp-content/uploads/2015/06/eating.jpg" alt="hipnoterapi jakarta" width="139" height="186" />Pada umumnya, masalah kelebihan berat badan banyak dipengaruhi oleh gaya hidup atau kebiasaan tertentu yang timbul karena adanya suatu pola pikir atau keyakinan tertentu dalam pikiran bawah sadar seseorang. Contohnya, ada orang yang merasa bisa lebih mendapatkan ketenangan pada saat stress dengan cara makan, atau suka sekali ngemil pada saat sedih, atau selalu merasa tidak enak hati setiap kali ada ajakan makan dari teman.  Ada lagi yang merasa sudah melakukan berbagai upaya untuk mengontrol berat badannya namun selalu gagal, ataupun berhasil sebentar untuk kemudian kembali lagi seperti semula.</p>
<p>Oleh karena itu, hipnoterapi, yang langsung bertujuan menyelesaikan hingga ke akar masalah emosional di pikiran bawah sadar seseorang, memang sangat efektif diterapkan untuk masalah <em>weight management</em> seperti ini. Sebagai contoh kisah berikut ini:</p>
<p>&nbsp;</p>
<table>
<tbody>
<tr>
<td><em>Kisah berikut ini tidak bermaksud memberikan jaminan kepastian keberhasilan terapi pada setiap kasus, hasil terapi bisa bervariasi pada setiap orang. </em></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>T, seorang gadis yang mengalami masalah kelebihan berat badan. Hal yang paling dirasa berkontribusi paling banyak untuk masalahnya tersebut adalah karena ia merasa sangat tenang pada saat makan,  sehingga pada saat ia merasa stress semakin banyak makan semakin tenang jadinya. Pada saat pencarian akar masalah ditemukan pada saat berusia 4 tahun, dimana T sedang dimarahi ibunya karena tidak mau makan. Pada saat itu, sang ibu menggunakan berbagai kata-kata yang membuat T mempunyai persepsi bahwa ia harus selalu makan untuk membuat ibunya tenang dan tidak memarahinya lagi. Tidak heran, keyakinan tersebut menyebabkan berat badannya terus naik terutama pada saat ia mengalami banyak tekanan. Selain meredefinisikan ulang pengertian T terhadap hal tersebut, dari sesi terapi tersebut ditemukan pula  beberapa cara yang paling efektif &amp; aman bagi T untuk bisa menurunkan berat badannya sesuai dengan targetnya, di antaranya adalah frekuensi olah raga yang harus dilakukan T, dan beberapa makanan yang harus  dikurangi/dihentikannya. Dengan melalui beberap sugesti yang diprogram ke pikiran bawah sadar T, ia dengan mudah menjalani berbagai aktivitas tersebut tanpa merasa tersiksa ataupun kesulitan. Sesudah sesi terapi selama lebih dari 2 jam tersebut, T langsung mengalami penurunan berat badan sebanyak 0,5 Kg. Yang dilanjutkan kembali dengan penurunan 1 Kg esok harinya. Pada minggu pertama setelah sesi terapi tersebut, T telah berhasil menurunkan berat badannya sebanyak 2,5 Kg dan berlanjut terus selama 3 bulan berikutnya secara bertahap hingga 10 Kg sesuai dengan targetnya.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Atau kisah terapi hypnoslim lain yang juga menarik :</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>F, seorang gadis 20-an tahun, yang ingin sekali bisa menurunkan berat badannya menuju ukuran yang lebih ideal dan mengeluhkan juga beberapa ukuran tubuhnya yang terlalu besar menurutnya. Masalah utama yang ia rasakan adalah bahwa ia sangat suka makan nasi. Porsi makannya bisa terlihat aneh bagi kebanyakan orang, karena dengan porsi lauk yang sedikit namun disertai dengan porsi nasi putih yang sangat banyak. Apapun lauknya, yang penting nasi harus ada. Pencarian akar masalah menemukan kejadian pada saat F masih dalam kandungan berusia 3 bulan, ia mendengar kedua orangtuanya berdiskusi tentang keadaan ekonomi yang waktu itu agak sulit. Salah satu kalimat yang ditangkapnya adalah bahwa ibunya mengatakan sesulit apapun kehidupan, yang penting harus selalu ada beras(nasi) di rumah, jika hal itu tersedia maka mereka sekeluarga akan tetap hidup dengan tenang. F kecil mempersepsikan nasi sebagai syarat adanya ketenangan dalam hidup. Dengan lanjutan teknik yang mirip dengan kasus di atas, F berhasil menurunkan berat badannya secara bertahap sebanyak 1 Kg setiap minggunya selama 8 minggu disertai dengan pengurangan ukuran di bagian lingkar pinggang, lengan, &amp; paha sebesar 0,5-1 cm.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Baca juga artikel mengenai hipno-slim di bagian<a href="http://www.hipnoterapikeluarga.com/artikel" target="_blank" rel="noopener"> Artikel.</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.hipnoterapikeluarga.com/kisah-terapi/hipno-slim/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Psikosomatis (sakit fisik)</title>
		<link>https://www.hipnoterapikeluarga.com/kisah-terapi/psikosomatis-sakit-fisik/</link>
					<comments>https://www.hipnoterapikeluarga.com/kisah-terapi/psikosomatis-sakit-fisik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[adminhipno]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2015 08:14:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[kisah terapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.hipnoterapikeluarga.com/?p=68</guid>

					<description><![CDATA[Kisah Terapi Psikosomatis (sakit fisik) Psikosomatis adalah suatu penyakit/masalah/gangguan yang terasa pada fisik kita yang disebabkan oleh kondisi psikis atau pikiran kita. Menurut statistik terakhir, dewasa ini 80% penyakit fisik disebabkan atau berhubungan dengan kondisi pikiran. Beberapa contoh penyakit tersebut seperti: Alergi Dysmenorrhea (nyeri haid) Maag &#38; gangguan pencernaan Pusing, migrain, &#38; sakit kepala lainnya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Kisah Terapi</h2>
<h4>Psikosomatis (sakit fisik)</h4>
<div>Psikosomatis adalah suatu penyakit/masalah/gangguan yang terasa pada fisik kita yang disebabkan oleh kondisi psikis atau pikiran kita. Menurut statistik terakhir, dewasa ini 80% penyakit fisik disebabkan atau berhubungan dengan kondisi pikiran. Beberapa contoh penyakit tersebut seperti:</div>
<div></div>
<div><span class="right"><img decoding="async" class=" alignleft" src="http://wayback.archive.org/web/20140716155536im_/http://www.hipnoterapikeluarga.com/spaw2/uploads/images/headache.jpg" alt="" border="0" /></span>Alergi</div>
<div>Dysmenorrhea (nyeri haid)</div>
<div>Maag &amp; gangguan pencernaan</div>
<div>Pusing, migrain, &amp; sakit kepala lainnya</div>
<div>Masalah seksual non organis (Impotensi, frigid, vaginismus, dll)</div>
<div>Nyeri di bagian tubuh</div>
<div>Tinnitus</div>
<div>Tics</div>
<div>Dll</div>
<div></div>
<div></div>
<div>Ada beberapa ciri khas psikosomatis:</div>
<div>
<ul>
<li>Masalah bersifat kronis, dan walaupun sudah dilakukan berbagai pengobatan namun tetap tidak berhasil atau hanya berhasil untuk sementara dan kemudian kembali menyerang, terkadang dengan derajat yang lebih berat lagi</li>
<li>Hasil pemeriksaan medis tidak menemukan sumber penyebab yang spesifik &amp; kuat</li>
<li>Tidak/belum diketahui penyebab utama timbulnya penyakit tersebut. Biasanya hanya berupa dugaan tentang hal yang mungkin jadi trigger penyakit atau yang memperparah gejalanya</li>
</ul>
</div>
<div></div>
<div>Apabila anda mengalami satu atau lebih gejala seperti di atas, ada kemungkinan besar masalah anda adalah psikosomatis. Simak kisah berikut ini:</div>
<div></div>
<div></div>
<div></div>
<div>
<table border="1">
<tbody>
<tr>
<td><i>Kisah berikut ini tidak bermaksud memberikan jaminan kepastian keberhasilan terapi pada setiap kasus, hasil terapi bisa bervariasi pada setiap orang. </i></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<div></div>
<div></div>
<div><i>W, seorang wanita muda, karyawati berusia 28 tahun, yang mengalami gangguan nyeri haid (dysmenorrhae) yang sangat hebat setiap bulannya. Saking hebatnya sehingga menyebabkan yang bersangkutan hanya bisa terbaring meringkuk pada saat rasa sakit tersebut menyerang. Masalah tersebut sudah ada sejak haid pertamanya di usia 12 tahun, dan semakin lama semakin berat. Berbagai upaya medis juga telah coba dilakukan dari dalam hingga luar negeri, tanpa membawa hasil yang berarti karena bukan saja tidak berhasil mengobati sakitnya namun juga tidak bisa menjelaskan penyebab dari sakit tersebut. Akhirnya W memutuskan untuk menjalani terapi di Klinik Hipnoterapi Keluarga. Sesi terapi pertama berhasil menemukan akar masalah di masa kecilnya, namun ternyata belum tuntas karena masih ada rasa sakit di bagian perut yang lain pada saat menstruasi. Pada sesi terapi kedua, W menjalani past life regression secara spontan, dan menemukan akar masalahnya pada sesi tersebut. Setelah sesi kedua itu,  W akhirnya bisa terbebas dari masalah dysmenorrhae-nya dengan tuntas.</i></div>
<div></div>
<div>Perlu diperhatikan bahwa tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menganjurkan untuk menghilangkan terapi medis standard dalam kasus apapun. Justru sebenarnya, kedua jenis terapi tersebut bisa saling komplementer untuk membantu mendapatkan kemajuan yang lebih baik &amp; holistik.</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.hipnoterapikeluarga.com/kisah-terapi/psikosomatis-sakit-fisik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
