0
Past Life : Ada atau Tidak ?by adminon.Past Life : Ada atau Tidak ?Past Life : Ada atau Tidak ? Salah satu topik yang sering kali mengundang perdebatan (dan sekaligus kebingungan) dalam hipnoterapi adalah mengenai past life. Teknik Past Life Regression (PLR) adalah salah satu alat yang bisa digunakan dalam hipnoterapi untuk mencari akar permasalahan sebuah kasus. Namun bukanlah teknik itu yang menarik perhatian, tapi justru keberadaan past […]

Past Life : Ada atau Tidak ?

Salah satu topik yang sering kali mengundang perdebatan (dan sekaligus kebingungan) dalam hipnoterapi adalah mengenai past life. Teknik Past Life Regression (PLR) adalah salah satu alat yang bisa digunakan dalam hipnoterapi untuk mencari akar permasalahan sebuah kasus. Namun bukanlah teknik itu yang menarik perhatian, tapi justru keberadaan past life itu sendiri yang senantiasa mengundang pertanyaan. Sebagai terapis, saya juga sering kali diberikan pertanyaan sejenis: sebenarnya past life itu ada atau tidak?
Dan biasanya jawaban saya tidak pernah sekedar ya/tidak. Alasannya?
1. Persepsi seseorang terhadap eksistensi past life sangat bergantung pada nilai kepercayaan & sistem keimanan yang dipegangnya.
2. Posisi saya sebagai seorang terapis, yang otomatis memiliki otoritas yang cukup tinggi akan menyebabkan apapun jawaban saya (yang pasti terpengaruh nilai kepercayaan & sistem keimanan saya secara personal) cukup berpengaruh terhadap seseorang sehingga bisa saja menyebabkan konflik dan kebingungan dalam dirinya.
woman-and-past-lives
Kalau pertanyaan tersebut diajukan dalam sebuah sesi terapi, biasanya pada saat pre-induction, maka saya akan menjelaskan bahwa apa yang saya yakini, sebagai personal, sungguh tidak penting & tidak ada relevansinya untuk diketahui. Bagi klien yang memang percaya adanya past life, silahkan tetap memegang teguh kepercayaan tersebut dan bagi yang tidak percaya, anggap saja hal tersebut sebagai suatu metafora yang diciptakan pikiran bawah sadar (dengan alasan tertentu) untuk membantu dirinya mengartikan suatu akar masalah. Yang penting bagi terapis, apapun yang timbul dan ada pada diri klien pada saat terapi itulah yang akan digunakan untuk membantu si klien membereskan masalahnya.
Sebagai terapis AHI, kami meyakini bahwa PLR haruslah terjadi secara spontan, biasanya dalam teknik age regression setelah mencapai suatu peristiwa semasa klien masih dalam kandungan ibunya namun akar masalahnya masih belum tuntas. Oleh karena itu, kami tidak pernah melayani permintaan calon klien tertentu (yang pasti percaya akan adanya past life) yang ingin melakukan “past life tour“, sekedar ingin melihat-lihat dan ingin tahu saja. Ada beberapa alasan kenapa kami menolak melakukan hal tersebut:
  1. PLR yang dilakukan dengan sengaja, apalagi dengan melakukan guiding, berpotensi sangat besar untuk menimbulkan false memory ataupun halusinasi. Hal itu terutama didorong oleh keinginan & ekspetasi klien yang cukup besar.
  2. Kalaupun PLR-nya benar, dan kemudian klien menemukan dirinya dalam keadaan yang tidak ia suka atau bahkan mengerikan, maka potensi timbulnya konflik baru dalam diri klien sangat besar. Yang tadinya tidak ada masalah malah jadi bermasalah kan?
Saya sendiri pernah menemukan kasus pada praktek saya yang berhubungan dengan korban PLR ini. Sebut saja R, seorang pengusaha, yang merasa selalu bermasalah dalam mengembangkan usahanya. Salah satu faktornya adalah dia kerap kali merasa malas untuk melakukan aktivitas sehubungan dengan pekerjaanya itu. R kemudian menemui salah seorang hipnoterapis, yang kemudian melakukan PLR dengan sengaja untuk mencari akar permasalahannya. Hasilnya? R menemukan pada saat itu bahwa ia adalah seorang bante (pendeta Bhudist) sehingga tidak heran kalau ia tidak suka dengan hal duniawi, terutama mencari uang. R merasa puas menemukan jawaban atas masalahnya tersebut, namun apakah masalahnya jadi selesai? Justru R menjadi semakin terpuruk hingga terlibat hutang yang cukup banyak. Dalam kondisi tersebut, ia kemudian bertemu saya di Klinik Hipnoterapi Keluarga, dan dalam sesi terapi tersebut R kemudian menyadari bahwa dari sesi PLRnya tersebut ia malah menemukan pembenaran timbulnya rasa malas tersebut sehingga malah semakin menjadi-jadi, suatu belief baru yang malah semakin merugikan dirinya. Akhirnya, dengan kesadaran baru tersebut, R bisa melepaskan belief tersebut dan memaknai ulang dirinya dengan beberapa teknik khusus. R sekarang mampu membuang jauh-jauh rasa malasnya dan bangkit secara perlahan dari keterpurukannya.
Pada kasus lain yang saya tangani, PLR spontan yang terjadi pada salah satu klien (yang juga percaya akan adanya past life) menemukan dirinya sebagai seorang putri raja di salah satu dinasti kuno di Cina. Teknik ini berhasil menyembuhkan klien saya tersebut dari suatu psikosomatis (sakit pada fisik seseorang yang disebabkan oleh kondisi psikis) yang sudah belasan tahun dideritanya. Keesokannya klien saya ini dengan sengaja memeriksa catatan sejarah Tiongkok dan menemukan adanya tokoh dengan nama & identitas yang mirip dengan tokoh PLRnya.
Namun ada lagi kasus lain yang lebih menarik yang pernah saya temukan dalam praktek saya. PLR spontan terjadi pada seorang klien (yang sebenarnya tidak percaya adanya past life) yang membawa dirinya mengalami kehidupan sebagai seorang gadis Eropa pada abad ke-17. Kasus ini juga berhasil menyelesaikan persoalan si klien dengan baik. Namun kira-kira 6 bulan kemudian, klien yang sama kembali menemui saya untuk kasus yang berbeda, dan kembali terjadi PLR spontan ke abad yang sama namun sebagai tokoh yang berbeda di tempat yang berbeda!!
Jadi, apakah past life itu ada? :)

Author: 

Related Posts

 

Leave a Reply