0
Masalah Perilaku & Kebiasaanby adminon.Masalah Perilaku & KebiasaanMasalah Perilaku & Kebiasaan Salah satu masalah yang tergolong klasik dalam kasus-kasus hipnoterapi adalah masalah/gangguan pada perilaku atau kebiasaan (habit). Biasanya kasus ini bukan termasuk dalam gangguan mental, namun lebih merupakan kebiasaan yang tertanam dalam pikiran bawah sadar sehingga menjadi sangat kuat dan sulit dihilangkan hanya dengan mengandalkan kesadaran & motivasi saja. Terkadang kebiasaan tersebut […]

Masalah Perilaku & Kebiasaan

Salah satu masalah yang tergolong klasik dalam kasus-kasus hipnoterapi adalah masalah/gangguan pada perilaku atau kebiasaan (habit). Biasanya kasus ini bukan termasuk dalam gangguan mental, namun lebih merupakan kebiasaan yang tertanam dalam pikiran bawah sadar sehingga menjadi sangat kuat dan sulit dihilangkan hanya dengan mengandalkan kesadaran & motivasi saja. Terkadang kebiasaan tersebut juga timbul karena adanya trauma di masa lalu atau belief tertentu dalam diri seseorang yang tidak disadarinya. Hipnoterapi menjadi sangat efektif dalam kasus-kasus seperti di bawah ini karena intervensi dilakukan pada level pikiran bawah sadar juga.
Kebiasaan merokok
Kecanduan obat-obatan
Ketagihan (judi, pornografi, main game, dll)
Kebiasaan menggigit kuku, menarik rambut, mengulum jari, dll
Anoreksia, bulimia, dan gangguan kebiasan makan lainnya
Latah
Tics

 

Kisah berikut ini tidak bermaksud memberikan jaminan kepastian keberhasilan terapi pada setiap kasus, hasil terapi bisa bervariasi pada setiap orang.  

 

T, seorang pemuda yang kecanduan judi online. Mulai dari rasa iseng yang berhasil mendapatkan keuntungan sedikit, dan terus berlanjut menjadi kebiasaan yang tidak terkendalikan lagi. Sempat mengalami euforia kemenangan yang cukup besar, namun akhirnya kembali terpuruk dengan kekalahan yang luar biasa sehingga sampai harus berhutang cukup banyak, Namun dalam keadaan terpuruk sekalipun, ia tetap tidak bisa berhenti untuk bermain judi online tersebut. T kemudian mencari pertolongan melalui hipnoterapi untuk membantunya menghentikan kebiasaan tersebut. Dalam sesi terapi, berhasil digali adanya perasaan kurang dihargai yang cukup kuat dalam diri T sejak kecil. Sehingga setiap kali berhasil mendapatkan uang secara mudah lewat judi online tersebut, T biasanya dengan royal membelanjakan uang tersebut untuk orang-orang di sekitarnya demi mendapatkan penghargaan yang selama ini ia cari. Perasaan dihargai yang diperolehnya tersebut memicunya untuk menjadikan judi online sebagai suatu kebiasaan yang semakin lama semakin tidak terkendalikan lagi. Dengan berbagai teknik terapi, ditambah motivasi yang kuat, T secara bertahap berhasil melepaskan kebiasaannya tersebut dan mulai menata hidupnya dengan baik.
 
 
K, seorang anak berusia 5 tahun yang gemar sekali mengulum jari-jari tangannya dalam mulut. Hal tersebut mulai terlihat di usia 4 tahun dan berlanjut terus selama setahun terakhir menjadi kebiasaan yang sulit sekali dihentikan. Orang tuanya merasa kewalahan untuk bisa menghentikan kebiasaan tersebut, dari cara memperingatkan yang halus, pemberian reward & punishment, sampai peringatan keras tetap tidak membawa hasil yang cukup baik. Selama sesi terapi, K terlihat sangat aktif dalam berdialog dan beraktifitas, cerdas & agak iseng. Dalam terapi anak, terutama yang berusia masih sangat muda, biasanya memang tidak dilakukan penggalian akar masalah seperti pada kasus orang dewasa, sesi terapi lebih banyak dilakukan dengan metode sugesti langsung melalui permainan atau pertunjukkan. Dalam kasus K, menimbang kepribadiannya yang cukup iseng, digunakan counter suggestion yang seolah-olah menganjurkannya untuk lebih sering mengulum jari-jarinya tersebut. Dan dilanjutkan dengan edukasi kepada orang tua untuk melakukan hypnosleep dan indirect suggestion lewat cerita/dongeng. Setelah sesi terapi tersebut, K langsung memperlihatkan kemajuan yang signifikan dengan penurunan drastis pada frekuensi mengulum jarinya, dan setiap kali terjadi pun dengan mudah disugesti untuk membatalkan kebiasaannya itu. Dengan ditambah beberapa kali terapi susulan lewat telepon untuk memperkuat sugesti, akhirnya T berhasil menghentikan kebiasaannya tersebut.

Author: 

Related Posts

 

Leave a Reply